Feri Suharti memulai bisnis cake dari rumahnya di Bogor pada tahun 2018. Dengan modal yang terbatas dan hanya mengandalkan oven sederhana, ia mencoba berbagai resep cake, khususnya cake cheese, red velvet, dan pandan. Keluarga dan teman-teman menjadi pelanggan pertama, namun dari situ, ia mendapatkan masukan positif dan terus mengembangkan kualitas produknya.
Nama Dapur Cake Cheese Red Velvet Pandan terinspirasi dari tiga produk unggulan Feri: cake keju lembut, cake red velvet dengan cream cheese khas, dan cake pandan dengan aroma khas Jawa Barat. Produk-produk ini tak hanya lezat namun juga memiliki ciri khas lokal, yakni penggunaan bahan-bahan premium dan tanpa bahan pengawet.
Masing-masing cake diproduksi secara handmade dengan proses yang higienis. Feri sangat teliti dalam pemilihan bahan, termasuk menggunakan telur dan keju segar dari petani lokal. Inilah salah satu alasan pelanggan merasa puas dan melakukan repeat order.
Feri awalnya memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk memasarkan cake buatannya. Ia rajin memposting foto-foto cake dan testimoni pelanggan, serta memberi promo pada hari-hari tertentu. Berkat tampilan cake yang menarik, pesanan semakin banyak dan pelanggan dari luar Bogor mulai bermunculan.
Tidak hanya mengandalkan online, Feri juga aktif mengikuti bazar kuliner di Bogor dan sekitar. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk ke masyarakat luas. Selain itu, Feri menawarkan sistem pre-order agar produksi dapat disesuaikan dengan permintaan, sehingga kualitas tetap terjaga.
Seperti umumnya pelaku UMKM, perjalanan bisnis Feri tidak selalu mulus. Pada masa pandemi COVID-19, permintaan sempat menurun drastis. Namun, Feri tidak menyerah. Ia melakukan inovasi pada desain cake dan memberikan layanan pengiriman khusus hingga radius tertentu. Dengan strategi ini, perlahan penjualan kembali meningkat.
Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga kualitas cake dengan metode produksi rumahan. Feri mengajak beberapa ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk membantu produksi. Hal ini sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat solidaritas komunitas.
Kisah Feri Suharti menginspirasi banyak pelaku UMKM di Bogor. Ia menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal modal besar, tetapi juga tentang konsistensi, inovasi, dan keberanian mencoba hal baru. Feri selalu menekankan pentingnya pelayanan ramah dan menjaga kualitas produk.
Tidak hanya sukses secara bisnis, Feri juga aktif membagikan pengalamannya di berbagai seminar dan grup UMKM lokal. Ia membantu pelaku usaha lain untuk memahami strategi pemasaran, cara membangun relasi dengan pelanggan, serta tips menjaga kualitas produk rumahan.
Berkat ketekunannya, Feri Suharti dan Dapur Cake Cheese Red Velvet Pandan pernah mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu UMKM inspiratif. Produk cakenya sudah menjadi oleh-oleh khas Bogor dan sering dijadikan hadiah pada momen spesial seperti ulang tahun, pernikahan, dan Hari Raya.
Feri bercita-cita menjadikan Dapur Cake Cheese Red Velvet Pandan sebagai cake rumahan paling terkenal di Jawa Barat. Ia berencana membuka kelas baking untuk masyarakat Bogor yang ingin belajar membuat cake dari rumah. Dengan semangat berbagi dan membantu, Feri yakin bisnisnya akan terus berkembang.
Dukungan dari keluarga dan pelanggan membuat Feri tetap optimis menghadapi persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat. Ia selalu menekankan pentingnya konsistensi dalam kualitas dan pelayanan. Harapannya, UMKM kuliner di Bogor semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Kisah Feri Suharti dan Dapur Cake Cheese Red Velvet Pandan di Bogor adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras, kreativitas, dan keberanian menghadapi tantangan. Bisnis cake rumahan yang awalnya sederhana kini berkembang menjadi usaha inspiratif yang menjadi kebanggaan Bogor, Jawa Barat. Semoga kisah ini bisa memotivasi para pelaku usaha lain untuk terus berinovasi dan pantang menyerah.